Cerita lengkap sang pemilik membangun usaha Portal Warkop

Jika anda berkunjung ke Palembang, jangan lupa mampir di kedai kopi ini yang beralamat di Jalan  Proklamasi Blok K29 RT.32 Lorok Pakjo Palembang, Sumatera Selatan. Selain dapat menikmati sajian kopi, pengunjung dapat juga membeli kopi dalam bentuk kopi Roastbean dan kopi bubuk.

Cerita tentang usaha ini sudah tayang pada Januari 2026 (baca : Menjajal kopi premium asli Sumatera Selatan).

Namun, rasanya kurang lengkap jika belum mendengar seluruh cerita sang pemilik Portal Warung Kopi ( Portal Warkop ) dalam membangun usahanya hingga sukses seperti saat ini.

Agoeng Perdana, atau yang biasa disapa Bang joe, adalah pemilik sekaligus Direktur PT. Portal Indonesia Group. Bersama sang istri, Angela Anggraeni atau biasa disapa Mba Angie, Bang joe membangun usaha pengolahan kopi ini di tahun 2015.

Sebuah usaha yang bukan untuk bisnis semata, namun ini adalah bentuk kepedulian Bang joe dan istri terhadap kopi Sumsel mengingat banyak yang belum tahu bahwa Sumsel merupakan produksi kopi terbesar nomer 1 di Indonesia.

“Kita pun sebagai putra daerah baru tahu kalau Sumsel merupakan Provinsi dengan produksi kopi terbesar nomer satu di Indonesia. Kita juga tidak tahu dimana harus mencari kopi itu,”ungkap Bang joe pada Desember 2025 lalu seraya mengenang awal mula mendirikan Portal Warung Kopi ( Portal Warkop ).

Mba Angie menambahkan, masyarakat Sumsel pada saat itu (tahun 2015), mungkin sudah banyak yang tahu tentang kopi Sumsel. Namun, sejauh pengetahuannya, masyarakat hanya mengenal kopi kelas pasar, belum ada yang memproduksi kopi premium saat itu. Kalaupun ada, Mba Angie meyakini itu masih terbatas, belum banyak seperti saat ini.

“Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba, yuk bikin kopi premium. Padahal kita masih belum tahu suppliernya dimana, kita harus mencari kemana. Buat saya yang penting buka aja supaya orang tahu kopi premium Sumsel seperti apa,”ujar Mba Angie.

Maka, mulailah Bang Joe dan Mba Angie menyambangi kedai-kedai kopi, terutama saat mereka sedang pergi ke luar kota. Tujuannya untuk mencoba kopi buatan kedai dan membandingkan rasanya antar kedai Kopi.

“Akhirnya kita menemukan satu kopi buatan salah satu Brand Besar Coffee Shop di Indonesia yang menurut kita enak. Selanjutnya kita datengin salah satu daerah penghasil kopi di Sumsel, kita berkunjung ke dinas terkait, kita mintakan data dan nama-nama petani penghasil kopi,” tambah Mba Angie.

Dari sinilah, ide untuk membuka usaha kedai kopi mulai menemukan jalannya. Namun begitu, dikarenakan pengetahuan tentang kopi masih minim dan belum menemukan supplier yang diinginkan, maka rintisan usaha di tahun 2015, baru sebatas menjual kopi hasil repackaging.

“Kita masih belum familiar apa itu petik merah, kelas premium, standar kopi dan sebagainya,” jelas Bang Joe.

Dilandasi semangat kepedulian terhadap kopi Sumsel dan menyukai konsumsi kopi, Bang Joe dan Mba Angie terus mempelajari kopi Sumsel hingga pada akhirnya mereka menemukan supplier dari salah satu Daerah. “Ini seperti membuka jalan yang pada akhirnya kita mendapatkan supplier-supplier dari Daerah lainnya,” ujar Mba Angie.

Maka di tahun 2017, Bang Joe dan Mba Angie memulai usaha Roastery Coffee dengan membeli dan menggunakan Mesin SAS R03 dengan Kapasitas Roasting 3 Kg. Mesin ini kemudian diupgrade dengan Mesin seri SAS CR05 dengan Kapasitas 5 Kg yang sudah menggunakan system Semi Otomatis di tahun 2018.

“Ini mesin lokal yang kami beli di Jember, Jawa Timur,”ungkap Bang Joe.

Usaha Roastery Coffee adalah mengkombinasikan usaha produksi kopi premium kemasan dan kedai Kopi. Tujuannya, agar masyarakat bisa mencicipi langsung di tempat, minum kopi hasil racikan Portal Warkop.

“Di awal kami membuka usaha ini, sambutan masyarakat sangat tinggi. Masyarakat Palembang sangat menyukai konsumsi kopi. Namun melalui kedai kami, kopi premium Sumsel lambat laun mulai dikenal banyak orang,” ujar Bang Joe.

Tahun 2018, Portal Warkop berhasil mendirikan 8 gerai Kedai kopi yang tersebar di wilayah Palembang. Antusias masyarakat membeli kopi ini semakin bertambah. Tak hanya kedai yang ramai, pembelian kopi Roastbean dan kopi bubuk terus bertambah. Bahkan, kopi Roastbean juga dibeli untuk menjadi bahan baku kedai-kedai lainnya di wilayah Sumsel.

 

Mengolah Kopi dengan Biji Kopi Terbaik

Minat untuk membeli dan mengkonsumsi kopi hasil produksi dan racikan Portal Warkop salah satunya karena proses pembuatannya yang memang tak main-main. Dimulai pemilihan biji kopi terbaik, hingga proses sangrai, menumbuk biji kopi sangrai menjadi bubuk kopi yang sesuai dengan spesifikasi mutu yang ditetapkan.

“Bahan baku kopi kami berasal dari 5 kabupaten penghasil kopi terbaik di Sumsel yaitu Pagar Alam, Semendo, Lahat, Empat Lawang dan Oku Selatan,” jelas Bang Joe.

Biji kopi terpilih setelah melalui serangkaian proses dari chery kopi (petik merah), pencucian dan perendaman, pengupasan kulit luar, pengeringan, hingga pengupasan kering biji kopi menjadi green bean. Biji kopi (green bean) disortir untuk memisahkan Defect (Biji Cacat) kemudian dikemas dalam Kantong Plastik dan dimasukkan kedalam karung.

Petani mengirimkan biji kopi itu ke Portal Warkop sesuai dengan jumlah yang dipesan.

“Biji kopi (green bean) yang kami beli dari petani, kami cek ulang apakah sesuai dengan spesifikasi yang kami minta dengan cara mensortir kembali dan memisahkan biji lain yang tercampur. Jika ditemukan biji kopi yang kadar airnya masih di atas 13 persen, dipisah dan dijemur kembali,” terang Bang Joe.

Biji kopi (green bean) yang memenuhi spesifikasi, ditimbang per 5 kg untuk siap disangrai pada mesin roasting. Biji kopi dirosting dengan mesin roasting hingga level roasting yang ditentukan.

“Biji kopi yang sudah diroasting (roast bean) ditiriskan untuk membuang gas CO2 dan diresting selama minimal 24 jam,” terang Bang Joe.

Untuk menghasilkan kopi bubuk, Roastbean digiling dengan mesin pembubuk dengan tingkat kehalusan yang telah diatur. Setelah proses pembubukan kemudian bubuk kopi ditimbang dan dimasukkan ke dalam kemasan aluminium foil lalu diseal agar udara tidak masuk.

Setelah diseal lalu dimasukkan ke dalam kemasan dan diberi label kemudian disegel dan produk siap dipasarkan.

“Keseluruhan proses tersebut kami lakukan berdasarkan prosedur sistem manajemen mutu, HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), Sistem Halal, dan Spesifikasi Mutu SNI yang menghasilkan Kopi Sangrai dan Bubuk Kemasan Premium dengan jaminan kualitas tinggi,”ujar Bang Joe.

 

Komitmen Menjaga Mutu

Sejak awal membangun usaha, Kopi dengan brand PW KOPI produksi Portal Warkop, sudah memiliki mind set akan produk yang berkualitas tinggi. Hal itu dibuktikannya dengan strategi bisnisnya yang hanya mau membeli biji kopi dari petani yang cara mengolah dan hasil olahannya sesuai dengan jenis dan spesifikasi mutu kopi yang ditetapkan.

Seiring waktu dan semakin tinggi minat masyarakat terhadap kopi premium PW KOPI, Bang Joe dan Mba Angie terus mempertahankan kualitas produk, bahkan menambah varian produk. Komitmen akan kualitas produk dibuktikan dengan memenuhi berbagai persyaratan mutu dari syarat I-PRT, Halal, hingga penerapan SNI Produk.

“Menyandang label SNI dan konsisten menjaga kualitas, berat ya. Kita pas waktu pemeriksaan SNI aja ketat banget mulai dari alur sampai kualitas biji kopi. Kalau produksi kita berubah-ubah, ini akan menjadi pertanyaan konsumen. Ini kan jaminan mutu tapi kok seperti ini”kata Mba Angie.

“Walaupun memang kadang citarasa berubah karena kan kopi juga tergantung musim ya tapi setidak-tidaknya prosesnya sama, bahan baku yang kita minta spek-nya sama sesuai dengan yang kita minta,” tambahnya.

Meski menyandang SNI memang berat dan butuh konsistensi, tetapi diakuinya menjual produk ber-SNI jauh lebih enak. Produk ber-SNI membuatnya bisa lebih percaya diri. Pihak-pihak yang mengajaknya untuk pameran, disambut sangat antusias karena produk yang akan dibawanya, benar-benar layak untuk dipamerkan.

Sistem mutu yang dibangun semenjak awal berdirinya usaha, membuatnya dalam menjalani proses sertifikasi SNI tak mengalami kesulitan yang berarti. Proses meraih SNI bahkan terhitung cukup cepat (kurang dari 6 bulan).

“Kami mengenal SNI dari acara sosialisasi yang diselenggarakan Dinas Perindustrian Sumsel,” ujar Mba Angie. Disperin Sumsel kemudian datang ke tempat usaha dan melihat packaging produk yang sudah bagus, alur produksi yang jelas, tempat produksi yang bagus juga, serta pemasaran yang sudah baik, ditambah kelengkapan administrasi perusahaan seperti halal dan I-PRT.

Disperin pun mengatakan jika usaha ini ditambah dengan menerapkan SNI, ini akan sangat mudah. “Mereka melihat kita 50% sudah ready (sistem sudah berjalan, proses SNI juga hampir sama saat proses meraih Halal) sehingga tinggal 50% belajar untuk hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan dokumentasi,”terang Mba Angie.

Maka dengan bimbingan Dinas Perindustrian Sumsel dan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kopi PW berhasil meraih SNI pada tahun 2023 yaitu untuk SNI 8964:2021 Kopi sangrai dan kopi bubuk.

Untuk diketahui, dokumen SNI 8964:2021 berisi acuan normatif, istilah dan definisi, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, higiene, pengemasan dan penandaan untuk produk kopi sangrai dan kopi bubuk. Standar ini tidak berlaku untuk kopi campur. SNI ini merupakan revisi dan pemecahan dari SNI 01-3554-2004 Kopi bubuk.

 

Komitmen Promosikan Kopi Sumsel

Dengan meraih SNI, tak membuat Bang Joe dan Mba Angie berpuas diri. Bahkan, idenya memproduksi dan memasarkan produknya yang asli Sumsel ini, terus bertambah. Meskipun cobaan hidup pernah menghampirinya di tahun 2020 saat wabah Covid 19 melanda yang menyebabkan 8 kedai miliknya harus tutup Operasional.

Kini, walau hanya dengan 1 kedai yang dibangunnya kembali, namun rasa kecintaannya terhadap kopi Sumsel yang sangat besar membuat pasangan suami istri ini terus bangkit dan berinovasi.

“Walau dengan 1 kedai Kopi, kunjungan ke kedai Portal Warkop cukup tinggi. Pejabat dinas, BUMN atau kantor swasta di Palembang sering memesan kopi di sini, bahkan kadang yang dipesan jenis roastbean sehingga mereka bisa menyeduh kopi sendiri di rumah atau dimana pun,” jelas Bang Joe.

“Kita juga bahkan menjadi supplier beberapa Coffee shop, mengirim ke mereka seminggu Kurang lebih 10 kilogram,” tambahnya. Produk PW Kopi, lanjut dia, sudah pernah di pamerakan diberbagai Exhibition di Indonesia juga manca negara seperti, Oslo, Korea, Belanda dan Barceloa juga pernah dikirim ke Australia, Malaysia, Singapore, Abu Dhabi dan Amerika.

“Itulah kenapa kami senang bila produk kami ada di Pusat Oleh-oleh dan Pameran, ini adalah cara kami untuk Memperkenalkan Kopi Sumsel Premium,” ujar Bang Joe.

Sebagai bukti kebangkitan kembali pasca Covid 19, Bang Joe dan Mba Angie berencana memindahkan lokasi usaha saat ini yang beralamat di Jalan  Proklamasi Blok K29 RT.32 Lorok Pakjo Palembang, ke lokasi baru yang lebih besar di Sekip Palembang.

“Alamat sekarang dengan luas tanah 450 meter persegi merupakan tempat produksi, kantor, dan sekaligus kedai kopi,” ujar Bang Joe.

Di lokasi yang baru nanti, ruang produksi bertambah luas. Ruang untuk roasting dan produksi kopi juga lebih besar, yang tersambung langsung ke mini Coffee shop. Usahanya akan mulai konsen ke Roastery Coffee saja dan Produk Kopi.

“Untuk Kedai Kopi baru adalah bagian dari Rencana Jangka Panjang kedepan, kami juga tidak menutup kemungkinan untuk menerima Investor untuk membuka Coffee shop dengan Konsep Kopi Sumsel Premium “Ujar Bang Joe

Varian produknya juga bertambah, semula hanya 5 varian kopi dari 5 kabupaten asal biji kopi baik jenis Arabica maupun Robusta, bertambah 2 varian jenis blend dan the art of sumsel coffee (Coffee Drip).

Pemasaran diperluas ke beberapa pusat oleh-oleh di Palembang, dan masih dipertimbangkan untuk permintaan toko oleh-oleh di luar kota seperti Jakarta dan Bandung.

Untuk mempromosikan kopi Sumsel, Bang Joe dan Mba Angie berinovasi dengan menambahkan barcode pada kemasan PW Kopi.

“Barcode terintegrasi dengan web kita. Jadi ketika kita scan, misalnya beli kopi lahat. Maka begitu di scan akan langsung terhubung dengan web kopi lahat. Di sini ada informasi tentang kopi, luas perkebunan, story kopi, dan mapnya di Kabupaten Lahat,” tambah Mba Angie.

Bang Joe dan Mba Angie meyakini, hanya dengan kesungguhan, kecintaan akan kopi, konsistensi menjaga mutu, dan terus berinovasi akan membantu mengenalkan dan mempopulerkan kopi Sumsel yang terkenal sebagai Daerah Penghasil Kopi Terbesar nomer 1 di Indonesia ini ke masyarakat terutama masyarakat Sumsel.

*Denny Wahyudhi, M.Si

Pranata Humas Ahli Madya BSN