Berlatarbelakang dari hobi dan kedekatannya dengan komunitas drone, Hermanu mengembangkan sendiri drone yang memiliki keunikan spesifikasi dan nilai tambah dibanding drone komersial yang sudah ada.
Program pemerintah untuk ketahanan pangan, menjadi peluang bagi produknya dalam memenuhi kebutuhan alat dan mesin pertanian modern di Indonesia.
Drone dengan merk Mechatron inipun tak hanya memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri/TKDN. Untuk menjamin mutu dan keamanan produk, Drone Mechatron meraih Standar Nasional Indonesia (SNI).
Direktur PT Bandung Mekatronika Teknologi (BMT), Hermanu, Rabu 17/12/2025 di Bandung mengatakan, kegemarannya dengan drone dan pengalaman dirinya berkarier selama 25 tahun di industri elektronika (15 tahun) dan industri TIC—Testing, Inspection, and Certification (10 tahun), memunculkan ide untuk mengembangkan drone sendiri.
”Saya melihat kebutuhan besar akan inovasi teknologi berbasis mekatronika di Indonesia. Selama itu pula, saya mengembangkan usaha desain dan produksi alat uji SNI, serta layanan pelatihan dan konsultansi di bidang teknis dan manajemen mutu,” jelas Hermanu.
Minat untuk membangun bisnis inovatif itu, akhirnya mendorongnya mendirikan perusahaan yang fokus pada desain dan produksi drone bersama rekan-rekan kuliahnya di tahun 2022.
”Membangun usaha di awal memang penuh tantangan. Tantangan terbesar hingga saat ini adalah bagaimana memenuhi permintaan pasar melalui penguatan kapasitas produksi dan pembiayaan usaha,” jelasnya.
BMT memproduksi 12 jenis prototipe drone untuk berbagai sektor industri yang merupakan produk hasil dari R & D internal. Selain itu, BMT juga mengembangkan sepeda listrik self-charging, yang memungkinkan pengisian daya saat digunakan.
“Pada fase awal, pemasaran masih bersifat terbatas, lebih banyak sebagai showcase inovasi dan proof of technology,” ujar Hermanu.
Semangat Menerapkan SNI
Minatnya yang tinggi terhadap pengembangan produk inovasi, serta adanya peluang memenuhi kebutuhan alat dan mesin pertanian modern untuk program pemerintah food estate, BMT terus berkembang dengan beberapa upayanya seperti pemenuhan TKDN dan SNI.
“Pengalaman saya di industri elektronika sebagai personel QA (Quality Assurance) menjadikan saya akrab dengan regulasi teknis, termasuk SNI,”tambahnya.
Di perusahaan sebelumnya ia bekerja (industri elektronika), Hermanu bertanggung jawab dalam TRM (Technical Regulation Management), sehingga pemahaman terhadap implementasi SNI menjadi wajib.
Pengalamannya pun berlanjut saat ia bekerja di industri TIC, yangmana ia terlibat aktif dalam berbagai Komite Teknis Perumusan SNI, serta menjadi anggota Mirror Committee IEC di BSN (Badan Standardisasi Nasional)
“Pemahaman ini membuat kami sangat familiar dengan pentingnya SNI bagi industri,”ujar Hermanu.
Sebagai “pemain” baru dengan produk hasil R&D yang sepenuhnya dikembangkan dari nol, BMT membutuhkan alat penetrasi pasar yang kuat. Menurut Hermanu, SNI menjadi strategi utama untuk membuktikan kualitas dan keamanan produk.
SNI juga diyakininya dapat membangun kredibilitas perusahaan sebagai produsen drone lokal.
“Kami menjadi pionir sebagai perusahaan pertama yang menerapkan SNI untuk drone dengan nilai TKDN tertinggi untuk tipe multirotor copter,” tegas Hermanu.
Produk tersebut meraih SNI 9199:2023 dari Lembaga Sertifikasi Produk PT TUV Nord Indonesia.
Sebagaimana diketahui, SNI 9199:2023 Pesawat udara nirawak (drone) pertanian – Penyemprotan – Syarat mutu dan metode uji, merupakan standar baru dan disusun dengan metode pengembangan sendiri.
SNI disusun dengan tujuan sebagai acuan atau pedoman bagi pemangku kepentingan (stakeholder) pengujian, sertifikasi, pengawasan alat dan mesin pertanian dan juga dalam rangka memperoleh jaminan mutu produk pesawat udara nirawak (drone) pertanian – penyemprotan.
Ruang lingkup SNI ini menetapkan klasifikasi, syarat mutu dan metode uji pesawat udara nirawak (drone) pertanian untuk penyemprotan lahan dan tanaman.
Pesawat udara nirawak (drone) pertanian untuk penyemprotan menurut SNI ini adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh penerbang (pilot) atau mampu mengendalikan dirinya sendiri dengan menggunakan hukum aerodinamika yang memiliki 2 atau lebih baling-baling dan digunakan untuk melakukan penyemprotan larutan pengendalian hama/penyakit tanaman, pengendalian gulma dan pupuk cair untuk pemeliharaan tanaman.
“Produk drone kami lainnya—spreader drone, point-to-point delivery drone, dan survey drone—belum dapat menerapkan SNI karena standar SNI-nya belum tersedia. Kami berharap Komite Teknis terkait dapat segera merumuskan standar untuk tipe drone lainnya, sehingga dapat kami integrasikan dalam proses R&D ke depan,” jelas Hermanu.
Semangat Hermanu dalam menerapkan SNI ini lantaran menurutnya, penerapan SNI banyak memberikan manfaat signifikan terutama SNI menjadi alat pemasaran yang sangat kuat, khususnya bagi pemain baru dengan produk lokal.
“SNI meningkatkan kepercayaan pelanggan, karena kesesuaian mutu dan keamanan produk telah diverifikasi oleh lembaga yang kompeten,” tambahnya. SNI, lanjutnya, juga membuka peluang dalam program-program pemerintah yang mensyaratkan kepatuhan terhadap standar nasional.
Pengembangan Usaha
Dengan karyawan tetap hanya ada 7 personil yang expert di elektronik, mekanik dan IT, manajerial, serta tenaga produksi masal yang diadakan hanya sesuai order yang diterima, BMT mulai fokus pada pengembangan drone 3-in-1, yakni satu unit drone yang dapat digunakan sebagai Sprayer, Spreader, serta Point-to-point delivery.
“Target konsumen utama kami adalah instansi pemerintah yang berada dalam program ketahanan pangan dan Food Estate. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk pengembangan drone riset sesuai kebutuhan akademik,” ujar Hermanu.
Oleh sebab itu, dalam waktu dekat, Hermanu ingin membangun fasilitas produksi berkapasitas besar untuk memenuhi permintaan drone dalam program ketahanan pangan pemerintah.
Rencana jangka menengahnya, Hermanu ingin PT BMT menjadi produsen drone lokal berbasis R&D yang unggul untuk berbagai sektor industri.
”Jangka panjang, kami ingin melakukan ekspor drone buatan Indonesia yang memiliki keunggulan kompetitif dari sisi fitur, desain, dan harga. Semua rencana ini sesuai tagline perusahaan kami yaitu Beyond of Memorable Timeless yang artinya Lampoi Kenangan Abadi,”pungkasnya.
*Denny Wahyudhi
Pranata Humas Ahli Madya BSN
www.infomutu.com